Air Minum Dalam kemasan

 

Tubuh manusia memerlukan air atau cairan yang berguna untuk memproses pencernaan, penyerapan zat atau kandungan makanan untuk energi, sirkulasi darah atau pencernaan, serta mempertahankan suhu tubuh.

Maka dari itu, air minum sangatlah penting bagi kelangsungan hidup manusia. Harus berapa banyak minum air dalam sehari? Menurut Healthline, porsi minum setiap orang berbeda-beda, juga tergantung pada aktivitas yang dilakukan pada hari tersebut.

Namun rata-rata orang dewasa memerlukan air setidaknya 2 liter atau 8 gelas dalam sehari. Ada yang memerlukan lebih dari 2 liter dalam satu hari, ada pula yang tidak. Intinya, banyak minum ketika merasa haus, ketika melakukan aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat, saat cuaca terik, serta sebelum dan sesudah makan.

Namun, ada beberapa waktu atau kondisi yang mengharuskan Anda untuk segera minum air yang cukup. Yaitu saat, Setelah bangun tidur, Sebelum makan, Sesudah makan, dan Sebelum tidur.

Mengenal berbagai jenis air minum 

  1. Air purifikasi

Purified water (air purifikasi) atau air yang dimurnikan adalah air yang telah disaring atau diproses untuk menghilangkan kotoran seperti bahan kimia dan zat pencemar lainnya.

  1. Air suling

Distilled water atau air suling adalah salah satu jenis dari air yang dimurnikan. Air suling telah melalui proses distilasi untuk menghilangkan kotoran.

  1. Air keran yang dimasak

Merebus air keran adalah cara mengolah air minum yang banyak dilakukan orang Indonesia. Air rebus terbilang cukup aman untuk diminum karena proses pemanasannya dapat membunuh bakteri atau kuman lain yang bisa mengganggu kesehatan.

Sementara Air Minum yang sering anda jumpai di toko-toko disekitar anda adalah air minum dalam kemasan dengan jenis dan manfaat berbeda seperti:

  1. Air mineral merupakan air yang mengandung mineral dalam jumlah tertentu tanpa penambahan mineral dalam prosesnya.
  2. Air demineral adalah air yang tidak mengandung mineral. Kandungan mineralnya dihilangkan saat proses pengolahannya. Diproses dengan cara destilasi, reverse osmosis, atau deionisasi.
  3. Air beroksigen dapat berupa air mineral atau air demineral, yang pada prosesnya ditambahkan oksigen dalam jumlah tertentu sesuai dengan kebutuhan.
  4. Air pH Tinggi atau umum disebut dengan air alkali merupakan air minum dalam kemasan yang diproses secara elektrolisis maupun ionisasi, memiliki ph dengan kisaran pH 8.5-9.97

Dengan tingginya kebutuhan air minum, maka bisnis air minum dalam bentuk kemasan terbilang merupakan usaha yang peluang keberhasilannya tinggi, asalkan dilakukan dengan langkah yang tepat. Jika anda ingin membangun pabrik air minum dalam bentuk kemasan, ada baiknya untuk memperhatikan syarat serta standar kualitas air baku yang akan anda oleh menjadi air minum dalam bentuk kemasan.

Persyaratan Standar Kualitas Air Baku Untuk Membuat Produk Air Minum Dalam Kemasan

Untuk membangun bisnis Air minum dalam bentuk Kemasan, tentu persediaan air baku harus memenuhi standar serta aman untuk di konsumsi sehingga tidak membahayakan kesehatan manusia. Dasar hukum penyehatan air ini mengacu pada :

  1. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air.
  2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.
  3. Menurut Parameter Fisika, air baku yang layak untuk diolah adalah sebagai berikut:

Tidak Berbau : Air yang berbau dapat disebabkan proses penguraian bahan organik yang terdapat di dalam air.

Tidak berwarna / Jernih : Air keruh adalah air mengandung partikel padat tersuspensi yang dapat berupa zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan.

Tidak Berasa : Air yang tidak tawar mengindikasikan adanya zat-zat tertentu di dalam air tersebut.

Suhu : Air yang baik memiliki suhu yang tidak begitu berbeda dengan udara sekitar (udara ambien). Di Indonesia, suhu air minum idealnya ± 3 ºC dari suhu udara sekitar.

  1. Menurut Parameter Kimia, air baku yang layak untuk diolah adalah sebagai berikut:

Zat kimia anorganik dapat berupa logam, zat reaktif, zat-zat berbahaya dan beracun serta derajat keasaman (pH).

Zat kimia organik dapat berupa insektisida dan herbisida, volatile organis chemicals (zat kimia organik mudak menguap) zat-zat berbahaya dan beracun maupun zat pengikat Oksigen.

Bahan kimia organik yang terdapat dalam air minum dapat dibedakan menjadi 3 kategori.

  • Kategori 1 adalah bahan kimia yang mungkin bersifat carcinogen bagi manusia.
  • Kategori 2 bahan kimia yang tidak bersifat carcinogen bagi manusia.
  • Kategori 3 adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan penyakit kronis tanpa ada fakta carcinogen.
  1. Menurut Parameter Microbiologi, air baku yang layak untuk diolah adalah sebagai berikut:

Total coliform digunakan sebagai indikator adanya pencemaran air bersih oleh tinja, tanah atau sumber alamiah lainnya.

Fecal coliform (koliform tinja) digunakan sebagai indikator adanya pencemaran air bersih oleh tinja manusia atau hewan.

  1. Menurut Parameter Radioaktivitas, air baku yang layak untuk diolah adalah sebagai berikut:

Zat radioaktivitas dapat menimbulkan efek kerusakan sel. Kerusakan tersebut dapat berupa kematian dan perubahan komposisi genetik.

Syarat mendirikan Perusahaan dan Pabrik Air minum dalam bentuk kemasan

Selain dari standar dan syarat air baku untuk di olah menjadi Air Minum dalam bentuk kemasan, anda juga perlu melengkapi berbagai syarat dan izin untuk mendirikan pabrik Air Minum dalam bentuk kemasan anda sendiri. Air minum dalam kemasan harus memenuhi syarat-syarat standar kualitas air sebelum dapat dipasarkan kepada masyarakat. Seperti:

  1. Sertifikat merk produk (patent merk) dengan pengajuan para dirjen HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dengan kualifikasi untuk air minum kelas 32
  2. SIPA (surat Ijin pengambilan Air atau IPATEK milik sendiri atau dari supplier air gunung dari pihak ketiga
  1. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), Merupakan identitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban dalam pembayaran pajak.
  1. Hasil uji coba laboratorium yang mengacu pada PERMENKES No. 429/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum
  2. TDP (tanda daftar perusahaan), berfungsi sebagai bukti bahwa usaha anda sudah melakukan pendaftaran dan juga telah melakukan kewajibannya
  3. IUI (ijin usaha industry) atau TDI (tanda Daftar industry) terlampir IMB bangunan, IMB rumah inggal tidak bisa untuk pengajuan IUI/TDI
  4. SIUP (Surat Ijin Perdagangan Perusahaan), fungsi sebagai alat bukti yang sah dari usaha perdagangan

Nah, itulah beberapa hal yang perlu anda perhatikan sebelum anda mendirikan pabrik dan perusahaan Air Minum Dalam bentuk Kemasan milik anda sendiri. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, anda bisa meningkatkan persentas keberhasilan dan menghindarkan anda dari resiko kegagalan yang ada.

Jika anda tertarik memulai bisnis air minum kemasan. Anda bisa berkonsultasi dengan perusahaan yang bergerak di bidang system pengolahan air yang berpengalaman. Biasanya mereka sudah memahami berbagai kebutuhan bagi anda yang ingin membangun pabrik air minum dalam bentuk kemasan milik anda sendiri.

 

Membangun Bisnis Pabrik Air Minum Dalam Kemasan